skip to main
|
skip to sidebar
Pejalan Tak Selesai Berangan
Thursday, September 18, 2008
Puisi Asal Istri
Dari mana datangnya cumi-cumi
Dari samudra lalu ke pantai
Dari mana datangnya sang istri
Dari surga turun ke bumi
Kairo, Kamis, 18 Ramadhan 1429 H
0 comments:
Post a Comment
Newer Post
Older Post
Home
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Lembar Daun
Leo Kelana
Aku telah tertawan, Kawan. Tenggelam pada setangkai senyuman. Aku rindu debu jalanan. Aku rindu gemericik hujan. Aku rindu doa di penghujung malam.
View my complete profile
Berugak Elen
Gaitsa
Istana Pengantin Muda
Lumbung Kata
▼
2008
(26)
►
October
(4)
Dalam Doaku
Ungkapan Cinta
Mudik Hati
Lebaran
▼
September
(6)
Jejak Sunyi
Gadis Suci dan Puisi
Puisi Asal Istri
Puisi Jatuh Cinta
Puisiku di Suara Pembaruan
Puisiku di Kompas
►
August
(11)
Mariyuana
Maka Sungai Pun Mengalir Darah
Firaun di Negeri Musa
Suatu Pagi dan Pagar yang Makan Tanamannya
Anjing-anjing yang Menggonggong di Telinga Alung
Kiyai Mafia
Tak Lari Piramida Kukejar
Ada Lagi yang Dirampok!
Mulai Menulis
Bulan Madu di Kairo
Pulang
►
June
(1)
Menikah Dini di Kairo
►
February
(4)
Jalan yang Lelah
Banjarmasin Post
Alhamdulillah
Puisi Ulang Tahun
►
2007
(37)
►
December
(2)
Dirajam Sunyi
Alif Laam Miim
►
October
(35)
GERIMIS RINDU
Selembar Tisu dan Sore yang Bisu
Dialog Subuh
Sepi
Satu
Malam Seribu Bulan
Kertas
Perempuan-perempuan
Telepon
Permintaan
Gumam-gumam Keikhlasan
Metamorfosis Cinta
Membaca di Ruang Gelap
Indonesia 2006
Indonesia 2250
Doa Meminta
Alief Laam Miem
Sajakku Sunyi
UntukMu
Tuhanku
Proklamasi III
Untuk Ibu
Bisik Angin
View shoutbox
Free chat widget @ ShoutMix
Nyawa
Link Teman
Agus Romli
Imam Wahyuddin
Muhammad Falikh
Nida Farida
Merpati Putih
Feedjit Live Blog Stats
stats
Nyanyian Ilalang
sapardi djoko damono
0 comments:
Post a Comment